LUBANG BIOPORI PDF

Gambar permukaan Lubang Resapan Biopori. Published 21 December at × in Biopore Infiltration Holes: Prevent Flooding and Produce Compost. Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan salah satu teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk mengatasi permasalahan sampah organik. My friend (Umi Faridha) told me about ‘Lubang Biopori’ and I am interested and now I want to share you little about it. ‘Lubang Biopori’ (I don’t.

Author: Akiramar Arall
Country: Samoa
Language: English (Spanish)
Genre: History
Published (Last): 1 March 2007
Pages: 146
PDF File Size: 14.38 Mb
ePub File Size: 6.12 Mb
ISBN: 826-8-54056-784-3
Downloads: 61224
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Zuktilar

Lubang Resapan Biopori LRB merupakan salah satu teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk mengatasi permasalahan sampah organik dan juga genangan air di Indonesia.

Lubzng ini berbentuk silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar cm. Upaya sosialisasi inovasi teknologi LRB mendapat dukungan dari berbagai pihak.

BIOPORI ADALAH SOLUSI KRISIS AIR DI BALI

Tidak tanggung-tanggung, beberapa pemegang kekuasaan di Indonesia juga turut andil dalam kegiatan sosialisasi inovasi teknologi LRB ini. Saat ini, LRB mulai banyak diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia.

Demikian juga Pemkot Kota Bogor lhbang menargetkan pembuatan sebanyak Pada prinsipnya, teknologi LRB sangat mudah untuk diterapkan karena pembuatannya yang sederhana, tidak memerlukan lahan yang luas, dan dapat dibuat dimana saja seperti halaman lubagn, perkantoran, di dasar saluran air gotbatas antara tanaman dan teras, atau pada tanah lapang berumput. Selain itu, biaya yang dibutuhkan relatif sedikit yaitu Rp Salah satu kemampuan dari LRB ini, selain dapat mengurangi resiko terjadinya banjir, adalah mengubah sampah organik menjadi kompos.

  I RAGAZZI DELLA 56A STRADA PDF

Lubang Resapan Biopori by Kamir R. Brata

Hal itu disebabkan karena sampah dalam LRB akan diurai oleh mikroorganisme melalui proses dekomposisi menjadi kompos. Menurut Williamkompos merupakan hasil akhir perombakan limbah organik, termasuk limbah makanan, yang kaya akan kandungan bahan organik seperti N, P, dan K.

Mekanisme pengomposan yang terjadi dalam lubang ini hampir sama dengan proses pengomposan pada umumnya. Dengan melalui proses ini maka lubang resapan biopori berfungsi sebagai “pabrik” pembuat kompos, disamping sebagai lubang peresap air.

Sebagai pabrik pembuat kompos, maka potongan sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya perlu dimasukkan ke dalam lubang biopori. Hal ini dilakukan untuk memancing binatang-binatang kecil seperti cacing atau rayap masuk ke dalam lubang dan membuat rongga biopori sebagai saluran-saluran kecil.

Selain itu, b ahan organik tersebut juga akan digunakan oleh mikroorganisme tanah sebagai sumber energi untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Penyediaan sumber energi dari sampah organik ini akan meningkatkan aktifitas mikroorganisme tanah yang sejalan pula dengan peningkatan biopori yang terbentuk.

  KIRAEL EL GRAN CAMBIO PDF

lubng

BIOPORI ADALAH SOLUSI KRISIS AIR DI BALI

Sampah organik perlu ditambahkan ke dalam LRB secara periodik karena sampah lambat laun akan menyusut. Jika LRB telah penuh dengan sampah yang terdekomposisi komposmaka kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan kondisioner tanah untuk pertanian.

Teknologi LRB merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan biiopori organik.

Hal ini dibuktikan dengan kemampuan pengomposan dalam lubang tersebut yang dapat mengurangi volume timbunan sampah organik, waktu proses pengomposan yang lebih cepat dibandingkan dengan proses anaerob, pengoperasian yang sangat mudah, dan mengurangi terjadinya greenhouse gassess yang ditimbulkan dari pembakaran sampah organik.

Pada dasarnya, pembuatan lubang resapan biopori relatif lebih mudah untuk dipraktekkan jika dibandingkan dengan sumur resapan yang memerlukan lahan luas dan biaya bahan yang cukup besar.

Hanya saja, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya memelihara keseimbangan lingkungan masih rendah.

Oleh karena itu, komitmen bersama baik antara individu, masyarakat, pemerintah dan organisasi pencinta lingkungan mutlak diperlukan untuk kesuksesan penerapan teknologi tepat guna ini.

Diposting oleh nurhidayat di